Menari Berpotensi Menjadi Profesi dan Karier

Posted: Juni 9, 2010 in Uncategorized

Anak muda, baik lelaki maupun perempuan, banyak menggemari tari modern. Genre tari ini menjadi bagian penting dari maraknya perkembangan budaya populer. Sejumlah penyanyi dan stasiun televisi membutuhkan penari untuk lebih menghidupkan pertunjukannya. Kondisi ini menjanjikan peluang bagi penari profesional.

“Penari dan koreografer bisa menjadi prestasi dan profesi. Penari (genre modern, RED) di Indonesia memiliki skill yang hebat, namun perlu diberikan kesempatan lebih luas untuk pengembangannya. Sayang masih terjadi diskriminasi atas profesi penari dalam hal kompensasi dan fasilitas. Padahal penari adalah juga selebriti panggung. Pekerja seni di panggung akan saling membutuhkan,” papar Adhisty Juliani Kampono, pendiri United Dance Works (UDW) Dance Academy, wadah pendidikan tari modern, kepada Kompas Female.

Di Indonesia, minat semakin tinggi namun tempat belajar atau sekolah tari untuk menciptakan lulusan penari profesional masih sangat sedikit. Menurut Yessy Hutabarat, koreografer profesional, sekolah menjadi penting agar penari menguasai teknik dasar menari dan tak asal tampil memenuhi tuntutan industri.

“Lulusan sekolah tari mendapat ilmu cukup dengan kapasitas yang luas dan kemauan kuat untuk belajar, tak sekadar ilmu tari namun juga manajemennya,” ujar Yessy.

Pendidikan tari kemudian membentuk penari yang berkomitmen dan profesional dengan pekerjaannya. Jika sudah demikian, penari bisa menjadi karier yang menjanjikan.

Penari memiliki batasan usia produktif, yakni 30 – 35 tahun. Pada usia ini, penari profesional dengan pengalaman luas bisa membangun dirinya menjadi pekerja tari seperti koreografer, pelatih tari, atau membentuk sel kecil tari seperti sanggar atau mendirikan sekolah tari. Peluang karier pun terbuka luas bagi penari.

Sayangnya kesadaran untuk menjadikan tari sebagai karier profesional masih perlu dibangun di Indonesia. Sekolah formal masih dianggap sebagai solusi pendidikan untuk pekerjaan dan karier.

“Banyak anak muda yang tak menyenangi sekolah formal, dan beberapa bahkan tak sanggup membayar biaya pendidikan. Mereka menyukai tari modern dan bekerja darinya. Mereka tak punya pilihan lain, kecuali ada sekolah tari yang mengakomodasi kebutuhan mereka akan pendidikan dan kegemarannya di tari modern,” jelas Adhis.

Dengan adanya institusi pendidikan tari modern, penari memiliki peluang karier lebih luas. Program pendidikan seperti pertukaran pelajar, dan beasiswa sekolah di luar negeri, bisa membantu penari Indonesia mengembangkan kemampuan dan dirinya di pergaulan internasional.

Sumber Artikel : Kompas.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s